Keindahan sebuah Cinta

Buatlah dirimu berharga di depan satu cinta

Dengan mengabdi pada satu hati 

Setia pada satu nama 

Yang membuatmu bahagia 

Berikan cinta itu dengan setulusnya pada orang yang kamu cintai 

Dan mencintaimu dengan setulus hati karena dengan begitu 

kamu kan mendapatkan dan merasakan kebahagiaan dalam keindahan sebuah cinta 

Keinginan Hati

Di tengah keramaian muka ku tak lari oleh satu pandangan

Sepasang lawan jenis tersenyum bersama Waktu

Berbagi pengalaman Orang pandai berbicara tentang cinta 

Bisakan aku mengikutinya Ku percaya ku punya cara sendiri 

Mencoba adalah hal baik semua orang tersenyum Aneh kepadaku

Kapan ku raih mimpiku ?

Sementara itu umur ku mendekati ajal yang tak Mungkin ku Halangi 

Interaksi Manusia dan Komputer


Ketika komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan sangat tidak praktis. Hal demikian karena waktu itu komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai dikalangan tertentu, misalnya para ilmuwan atau ahli-ahli teknik.

Setelah komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun 70-an, maka berkembanglah penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagurnkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan, perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya). Kemajuan-kemajuan teknologi tersebut akhirnya juga mempengaruhi rancangan sistem. Sistem rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus mempunyai kecocokkan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul isu teknik antarmuka pemakai (user interface) yang diketahui sebagai Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.

Pada Man-Machine Interaction sudah diterapkan sistem yang “user friendly”. Narnun, sifat user friendly pada MMI ini diartikan secara terbatas. User friendly pada MMI hanya dikaitkan dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan estetika atau keindahan tampilan pada layar saja. Sistem tersebut hanya menitik beratkan pada aspek rancangan antarmukanya saja, sedangkan faktor-faktor atau aspek-aspek yang berhubungan dengan pemakai baik secara organisasi atau individu belum diperhatikan [PRE94].

Para peneliti akademis mengatakan suatu rancangan sistem yang berorientasi kepada pemakai, yang memperhatikan kapabilitas dan kelemahan pemakai ataupun sistem (komputer) akan memberi kontribusi kepada interaksi manusia-komputer yang lebih baik. Maka pada pertengahan tahun 80-an diperkenalkanlah istilah Human-Computer Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.

Pada HCI ini cakupan atau fokus perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka saja, tetapi juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi antara manusia dan komputer. HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner) yang membahas hubungan tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi diantaranya.

Dengan demikian terlihat jelas bahwa fokus perhatian HCI tidak hanya pada keindahan tampilannya saja atau hanya tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pamakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya, dan lainnya. Misalnya, rancangan sistem itu harus memperhatikan kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari dlsb.

Tujuan dari HCI adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan utilitas mengacu kepada fungsionalitas sistem atau sistem tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerjanya. Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan bahwa sstem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik secara individu ataupun kelompok.

Pendapat Preece, J. di atas didasarkan pada pemikiran yang menyatakan bahwa kepentingan pemakai sistem harus didahulukan, pemakai tidak bisa diubah secara radikal terhadap sistem yang telah ada, sistem yang dirancang harus cocok dengan kebutuhan-kebutuhan pemakai.

Selanjutnya, dalam berinteraksi dengan komputer, para pemakai pertama kali akan berhadapan dengan perangkat keras komputer. Untuk sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh perangkat lunak, pemakai dihadapkan terlebih dahulu dengan

seperangkat alat seperti papan ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. Pemakai harus dapat mengoperasikan seperangkat alat tersebut. Selanjutnya, pemakai akan berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata atau kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon. Peralatan, perintah, ikon dan lain-lain yang disebutkan di atas dikenal dengan nama interface (antarmuka). Interface ini merupakan lapisan pertama yang langsung bertatap muka dengan pemakai.

 

Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia & komputer :
untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkanberbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer.Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah denganpenggunanya(userfriendly).

 

Untuk membuat antar muka yang baik di butuhkan pemahaman beberapa bidang ilmu antara lain:

1.Teknik elektronika &  lmu komputer
    memberikan kerangka kerja untuk dapat merancang sistem HCI


2. Psikologi memahami sifat & kebiasaan, persepsi & pengolahan kognitif,ketrampilan  motorik

3. Perancangan grafis dan tipografi sebuah gambar dapat bermakna sama dengan seribu kata.         Gambar dapat digunakan sebagai sarana dialog cukup efekti antara manusia & computer.

4.Ergonomik
   berhubungan dengan aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman,misal :              bentuk meja & kursi kerja, layar tampilan, bentuk keyboard, posisi duduk, pengaturan lampu,            kebersihan tempat kerja

5. Antropologi
    ilmu pengetahuan tentang manusia, memberi suatu pandangan tentang cara kerja berkelompok     yang masing – masing anggotanya dapat memberikan konstribusi sesuai dengan bidangnya

6. Linguistik
    merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Untuk melakukan dialog diperlukan       sarana komunikasi yang memadai berupa suatu bahasa khusus, misal bahasa   grafis, bahasa       alami, bahasa menu, bahasa perintah

7.Sosiologi

    studi tentang pengaruh sistem manusia-komputer dalam struktur sosial, misal adanya PHK             karena adanya otomasi kantor. 

   Manusia pada umumnya tidak pernah tahu apa yang terjadi pada saat data  dimasukkan   ke       dalam kotak cpu melalui keyboard. Manusia (user) selalu terfokuspadamonitor/                               pointersebagaikeluaran.  

 Manusia jarang sekali menyadari proses interaksi dengan komputer. Manusia baru   menyadari     proses interaksi tersebut saat menemukan masalah dan tidak menemukan solusi                              pemecahannya. Biasanya manusia menyalahkan antarmuka yang kurang inovatif, kurang               menarik,  kurang komunikatif.

Bidang ilmu interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah.

PengertianInteraksi:

Komunikasi  2 arah antara manusia (user) dan sistem komputer.Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi & reaksi) yang saling mendukung, jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan.

Definisi interaksi       manusia          dan      komputer
Interaksi manusia dan komputer adalah sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang bertopengkan sebuah antarmuka (interface).

prinsip kerja   komputer =     input proses    output
Kepada komputer diberikan data yang umumnya berupa deretan angka dan huruf. Kemudian diolah didalam komputer yang menjadi keluaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmanusia.


Tanpa disadari kita (manusia/user) telah berinteraksi atau berdialog dengan sebuah benda (layar monitor), yaitu dalam bentuk menekan tombol berupa tombol angka dan huruf yang ada pada keyboard atau melakukan satu sentuhan kecil pada mouse.
  Yang kemudian hasil inputan ini akan berubah bentuk menjadi informasi atau data yang seperti diharapkan manusia dengan tertampilnya informasi baru tersebut pada layar monitor atau bahkan mesin pencetak (printer).

Pengertian dari IMK

Sekarang ini tidak ada definisi yang disetujui menyangkut topik yang membentuk area interaksi manusia dan komputer. Walaupun begitu kita perlu suatu pengetahuan tenteng bidang pentingnya hubungan antara manusia dan komputer, hal ini berguna karena jika kita ingin memperoleh dan mengembangkan materi pendidikan atau menciptakan suatu software maupun hardware.

 Interaksi Manusia dan Komputer adalah suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan disain, implementasi dan evaluasi dari sistem komputasi yang interaktip untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang ruang lingkupnya.dari suatu ilmu pengetahuan tentang perspektif dari komputer, Maksud dari interaksi dan secara rinci pada interaksi antara satu atau lebih manusia dan satu atau lebih komputasi mesin. Yang menggontrol sebuah mesin tersebut adalah seseorang, dengan menggunakan suatu program grafik interaktip yang ada pada suatu stasiun kerja. Disini bisa kita lihat bahwa ada bermacam-macam arti dengan apa yang dimaksud dengan interaksi, manusia, dan mesin, Makanya, kita tidak mungkin untuk meniadakan bagian dari Interaksi Manusia dan Komputer, meskipun demikian kita ingin mengidentifikasi ruang lingkupnya, serta topik lain yang lebih umum tenteng Interaksi Manusia dan Komputer.

MANAJEMEN RESIKO PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMENT


MANAJEMEN RESIKO PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMENT

By:Ovi Erpinta



Abstrak


Dalam era globalisasi dewasa ini di mana persaingan sudah sangat ketat di tambah krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan.di butuhkan suatu cara efektip dalam menyusun harga penawaran untuk tender Perencanaan dan pengoprasian sebuah bangunan gedung harus memperhatikan resiko terhadap bahaya kebakaran.kebakaran terjadi sangat merugikan karena tidak dapat di beroperasi akibat kebakaran. Dalam studi pembangunan gedung merupakan suatu proyek pemerintahan dan mempunyai motip keuntungan nonfinasial.pada bangunan gedung sehingga di harapkan akan di hasilkan harga penawaran yang paling ekonomis dan dapat di pertangung jawabkan.sehingga dalam persaingan,pada akhirnya akan memenangkan tender dengan titik mengesampingkan resiko-resiko kerugian yang akan di hadapi.langkah-langkah yanga akan di lakukan antara lain menganalisis fungsi waktu danproduktipitas terhadap penanbahan dan pengurangan totak biaya proyek gedung.



Pendahuluan


Dengan semakin jelasnya tantangan pembangunan Gedung seiring dengan bertambah kompleksnya proyek pembangunan gedungi baik di bidang teknik maupun manajemen, perkembangan pendidikan yang lebih tinggi senantiasa menjadi tuntutan masyarakat dalam proses membangun kembali di masa pasca krisis ekonomi, sekaligus menghadapi tantangan era globalisasi di masa depan. Pada saat ini mengembangkan pendidikan berjenjang dengan. Program ini dirancang untuk menyediakan pendidikan pascasarjana berkualitas dengan tujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan kesempatan berkarier sebagai manajer proyek yang profesional. Dakam pembangunan gedung.

home.unpar.ac.id/~aloysius/skripsi-2001-agustus


Pembahasan


Salah satu resiko dalam suatu pembangunan adalah kerawanan gempa pada gedung yang lantainaya terlalu tinggi.kegiatran ini selanjutnya di manfaatkan untuk mengembangkan peraturan tata bangunan aman gempa yang khas bagi tiap Negara dengan memasukkan cara-cara pemecahan masalah praktis yang di alami saat penyesuaian gedung bertingkat.program penyesuaian gedung bertingkat selanjutnya dapat menjadi contih pengunaan teknologi tahan genpa yang baik bagi para pengunjung.para kontraktor setempat dapat pula mendapatkan pelatihan kerja.selama di laksanakan proyek penyesuaian gedungmselain itu para teknisi di tiap kota akan mendapat pelatihan tentasng tata bangunan dan desain gedung tahan gempaketersediaan bahan pengetahuan setempat serta kemampuaan pinalsial penduduk dalam mengembangkan teknologi tahan gempa menjadi pertimbangan saat melaksanakan pelatihan.

Gambar proyek resiko

SUMBER:home.unpar.ac.id/~aloysius/skripsi-2001-agustus

:www.petra.ac.id/master/catalog.pdf


http://anehbinunik.blogspot.com/2009/06/10-kota-mati-erseram-di-dunia.html

Manajemen Proyek Pembanguanan Gedung

By:ovi erpinta

• Abstrak

Proyek pembangunan gedung yang di lakukan dengan system analisa jalur kritis konpensiaoanal.hasil menunjukan adanya keterlambatan dalam selesainya pekerjaan dan opertambahan biaya dari skedul normal.proyek di lakukan dengan dengan sistem yang terkomputerasi sehingga lebih cermat dalam mengamati segala ospek.

• Pendahuluan

pengelolahan suatu proyek pada saat ini dapat dapat di lakukan menggunakan program computer .salah satu contoh program yang dapat di gunakan untuk mengelola suatu proyek adalah Microsoft project yang didasarkan pada metode jalur krituis dan teknik review dan evualuasi kinerja .dengan menggunakan system proyek terkomputerasi kesalahan dan penyelewengan dari jaringan kerja yang telah di tetapkan dapat di ketahui dengan lebih cepat dan dapat segera di per baiki .proyek kontruksi yang di lakukan telah menggunakan metode jalur krtiis /teknik review dan evaluasi kinerja secara manual. seperti di ketahui proyek pembangunan yang di jalankan di Negara manapun didunia ini termasuk Indonesia di laksanakan pada mulanya dalam bentuk proyek .kemudian akan menjadi pekerjaan yang rutin apabila apabila proyek telah salesai proyek adalah kombinasi dari sumberdaya manusia dan non manusia yang di satu kan dalam organisasi temporer untuk untuk mencapai hasil tertentu.
Pembangunan di Indonesia masih tertinggal di bandingkan dengan negara lain keadaan yang yang demikian mengakibatkan daya saing kita sebagai bangsa di era kompetisi global yang keras seperti skarang ini menjadi rendah .di sisi lain pelayanan public menjadi tidak seperti yang di harapkan jeda pembangunan yang krisis ekonomi dan keterbatasan kemempuan pembiayaan.membuat tingkat ketertinggalan kita semakin jauh pemanfaatan segala sumberdaya secara akuntabel dan transparan dalam program kegiatan. pembangunan gedung perlu di tegakan.pengerahan potensi sumber daya manusia secara propesional sesuai dengan kopetensinya tanpa memberikan batasan gender akan sangat menunjang proses percepatan pembangunan.

• pembahasan
Dari depinisi dapat kita simpulkan bahwa sebuah proyek merupakan kegiatan dan tugas
Terencana yang mempunyai karakteristik tujuan tertentu yang harus di selesaikan.
Ruang lingkup pekerjaan yang harus di tangani perusahaan dalam proyek.waktu kegiatan,jalur kritis,biaya,varians dan percepatan waktu.aktivitas dalam pembangunan gedung di bagi menjadi dua kegiatan bangunan standard dan bangunan bukan standar.kegiatan dalam pembangunan standar terdiri dari persiapan,pekerjaan tanah dan pasir,pekerjaan beton bertulang pemasangan dan plester,pekerjaan pintu jendela parttisi dan raling tangga.tegel lantai dan dindingpekerjaan besi dan kayu,penutup atap dan platfon pengecatan,instalasi kliistrik penangkal petir,instalasi air bersih,aktivitas pembangunan bukan standar.Terdiri dari pekerjaan arsitejktur dan lain-lain.oleh karena itu penyelengaran proyek pada umunya bertujuan untuk menghasilkan sesuatu yang di butuhkan kedepan.yakni bahwa proyek pembangunan gedung ini merupakan kegiatan yang memiliki sasaran yang jelas,mengkonsumsi sumberdaya,memiliki batas waktu ada waktu mulai dan ada waktu selesai,menghasilkan perubahan.mengorbankan sumberdaya sekarang dengan tujuan untuk memperoleh berbagai macam manfaat yang cukup layak di kemudian hari di kenal dengan investasi.ada dua atribut berbeda yang melekat pada impestasi yaitu RISIKO dan WAKTU.pengorban terjadi saat sekarang dan memiliki kepastian dengan hasil sedangkan hasih baru akan di peroleh kemudian dan besar nya tidak pasti.tidak semua proyek bangunan gedung yang di selengarakan,baik oleh pihak swasta maupun pemerintah dapat mencapai hasil seperti yang di harapkan semula kegagalan penyelengraaan proyek kecuali dapat mengakibatkan kerugian sumber daya.sebagai contoh dalam penyelengraan proyek misalnya .proyek tidak gagal tidak dapat begitu saja di hapuskan tanpa kerugian bagi pemiliknya menjual gedung,mesin dan peralatan bekas tidak mudah sedangkan pengoprasian proyek untuk kegiatan lain belum tentu menguntungkan.




* dibawah ini cirri khas suatu proyek pembngunan gedung:
1.kegiatan proyek tidak berulang.
2.pengantian dari satu kegiatan yang lain berlangsung cepat.
* Intensitas proyek pembanguna gedung berubah-ubah:
1.ketetapan perencanaan penyedian sumber daya.
2.sensitipitas system monitoring.





Gambar proyek pembangunan gedung



Sumber:repository.gunadarma.ac.id
http://antibeauty.wordpress/2008/03/16/bauhaus/

Teori manajemen proyek dan resiko

teori manajemen proyek dan resiko
by:ovi erpinta

Manajemen proyek




















Pengertian manajemen proyek

Manajemen proyek merupakan gabungan dari berbagai sumberdaya yang di himpun dalam organisasi sementara untuk mencapai satu tujuan.

Manajemen ini sangat kontras dengan manajemen produksi dimana anda punya banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan seperti rancangan,segi operasi produksi.artinya manajemen produksi bersifat repetitive(berulang),sedangkan manajemen untuk suatu proyek.

Contoh-contoh manajemen proyek diantaranya membangun sebuah stadion sepak bola dan pembangunan rumah,mengelola penelitian berskala besar sedangkan pembedahan tranplantasiorgan tubuh memesang lintas produksi.aktifitas-aktifitas sebuah proyek hubungan berantai dan berurutan satu sama lain.aktifitas didalam suatu proyek harus di jadwal sedemikian rupa sehingga selesai dengan selamat dan sukses.Jaringan perencanaan proyek.


Untuk analisis proyek menggunakan CPM dan PERT. 3 sifat proyek yaitu:

1.proyek terdiri atas aktivitas-aktivitas yang terdepinisi jelas.

2.setiap aktivitas bias di mulai dan di akhiri tanpa tercantum dengan aktifitas.

3.setiap aktifitas terkait dengan urutan pelaksanaan satu sama lain.


Sumber :earning.gunadarma.ac.id


Manajemen resiko






















Kosekuensi dari perubahan suatu enterprise architecture adalah munculnya resiko-resiko yang harus di hadapi enter prise,management resiko di perlukan agar resiko yang timbul tidak mengangu pencapaian tujuan enterprise.ada banyak elemen dalam dunia system inpormasi yang membagun sebuah arsitektur.

Paktor resiko dalam sebuah enterprise architecture

Yang pertama adalah proses pengambilan keputusan yang berada pada kondisi yang kurang jelas kebenarannya dari berbagi segi,demensi dan aspek-aspek yang ada.

Yang kedua proses pengambilan keputusan yang di dasarkan atas resiko.


Sumber ; www.bppk.depkeu.go.id